Areal Rumah Sakit Di Jakarta Di Jadikan Pendistribusian Peredaran Narkoba.

oleh -96 views

Beritafaktabanten. Com.

JAKARTA,

Miris, Berbagai macam cara dan lokasi digunakan pengedar untuk mendistribusikan narkotika jenis sabu hingga ganja. Selama bulan Agustus, Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri mengungkap peredaran narkoba, di antaranya, peredaran 93 kg sabu yang diedarkan dengan menggunakan area rumah sakit.

Keterangan Saksi Ahli Digital Forensik Membuat Terang Benderang Perkara Dugaan Penipuan Investasi Robot Trading Fin888Terkait Dugaan Investasi Bodong’ Tjahjadi Rahardja Akan Dijadikan SaksiKejaksaan Negeri Jakarta Utara Berhasil Eksekusi DPO Dani Husada
Selama bulan Agustus 2023, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran berbagai narkoba di sejumlah tempat di Indonesia, yakni 93 kilogram Sabu, 18.910 butir ekstasi, 50 kg Ganja, 117 gram kokain, 259 gram serbuk kanabinoid, dan 5,6 mililiter cairan kanabinoid sintetis. Barang haram itu diedarkan dengan berbagai macam cara, seperti memanfaatkan tempat parkir mobil di Rumah Saki, jasa ekspedisi, hingga mengedarkannya di tengah laut.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal (Pol) Ahmad Ramadhan dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (6/9/2023), mengatakan, selama bulan Agustus 2023, penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggagalkan peredaran 93 kg sabu, 18.910 butir ekstasi, 50 kg ganja, 117 gram kokain, 259 gram serbuk kanabinoid, dan 5,6 mililiter cairan kanabinoid sintetis.

”Pengungkapan jaringan narkotika beserta barang buktinya tersebut dilakukan di beberapa tempat terpisah dan di waktu yang berbeda sepanjang Agustus 2023,” kata Ahmad.

Di Jakarta, penyidik mendapat informasi adanya jaringan narkoba dan kemudian menangkap tersangka berinisial BD di rumahnya di kawasan Jakarta Barat. Di lokasi sana, petugas menemukan 40 kg sabu dan 11.700 butir ekstasi.

Dari tersangka berinisial BD, petugas mendapat keterangan bahwa pada awalnya terdapat 50 kg sabu yang 10 kg sabu di antaranya sudah didistribusikan atas perintah seseorang berinisial HY. Selain HY, terdapat tersangka lagi berinisial AG dan UC yang kini masuk dalam daftar pencarian orang.

BACA JUGA  DPRD Prov.Banten Mengucapkan Dirgahayu TNI ke.78 Tahun

Dari pengungkapan tersebut, petugas berhasil menemukan bahwa jaringan tersebut mendistribusikan narkotika dengan modus meletakkannya di sebuah mobil di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat. Kemudian ada tersangka lain yang mengambil mobil tersebut dari rumah sakit. Jaringan ini kemudian mendistribusikan narkotika dengan meletakkannya di kamar hotel di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat yang dipesan dengan identitas palsu.

Peredaran narkotika yang berhasil diungkap Dirtipidnarkoba Bareskrim Mabes Polri berikutnya adalah dengan modus mendistribusikan melalui jasa ekspedisi. Dari koordinasi Kepolisian dengan perusahaan ekspedisi, berhasil diamankan paket berisi 50 kg ganja dan 1 kg sabu. Narkotika tersebut disembunyikan di dalam kotak aluminium yang ditutup dengan gula merah. Dan aparat berhasil mengamankan tersangka AW dan T.

Petugas menemukan bahwa jaringan tersebut mendistribusikan narkotika dengan meletakkannya di sebuah mobil di salah satu rumah sakit di Jakarta Pusat.

Pengungkapan distribusi narkotika lainnya berawal dari informasi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tentang adanya pengiriman paket mencurigakan yang dikirim dari Kanada menuju ke Bali. Dari sampel yang diambil, isi paket tersebut adalah Narkotika jenis kokain.

Menindak lanjuti informasi tersebut kemudian aparat berangkat ke Badung, Bali, dan menunggu paket tersebut di lokasi alamat yang dituju. Al hasil, ternyata alamat tersebut fiktif. Akhirnya, aparat melakukan pengintaian dan menunggu kiriman paket tersebut diambil. Akhirnya aparat berhasil menangkap seorang warga negara Ukraina berinisial AM.

Berawal dari informasi tentang adanya transaksi di tengah laut di perairan Aceh, aparat menindaklanjutinya dengan melakukan penangkapan di tengah laut dan berhasil mengamankan dua tersangka, yakni MA dan A, yang mengaku disuruh seseorang bernama AM, dari penangkapan tersebut petugas berhasil mengamankan narkotika jenis sabu sebanyak 52 kilogram dan 1.810 butir ekstasi imbuhnya.

BACA JUGA  Sekdes Desa Tanagara Kecamatan Cadasari, Bahrul Ulum Turut Prihatin

Red (yd).