Isu Penculikan Anak Merajalela, Masyarakat Agar Waspada Dan Tidak Panik

oleh -322 views
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho

TANGERANG, BeritaFaktaBanten.com – Isu penculikan anak merebak di berbagai pesan singkat, grup WhatsApp hingga media sosial lainnya semakin marak. Menanggapi hal tersebut, Kapolres Metro Tangerang Pol Zain Dwi Nugroho mengimbau masyarakat untuk tidak panik akan hal tersebut namun tetap waspada dan berhati-hati.

“Terkait dengan maraknya masalah penculikan anak. Masyarakat diimbau untuk tidak takut atau khawatir berlebihan. Jangan mudah percaya sampai mengetahui kebenarannya,” kata Kombes Pol Zain dalam keterangannya, Jumat (27 Januari 2023). Sheriff mengatakan laporan penculikan anak beredar yang belum dikonfirmasi. Mungkin saja kejadian tersebut baru saja terjadi, mungkin saja video lama atau penipuan yang disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

“Dengan ini, masyarakat Kota Tangerang harus cerdas dan jeli dalam membaca dan mencerna berbagai informasi yang beredar. Jangan mudah tertipu sebelum mengetahui kebenarannya. Namun, tetap harus waspada,” kata Kapolres. Lanjutnya, orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak, agar anak tidak mudah terpengaruh oleh orang asing. Juga, ketika didekati oleh orang asing di sekolah atau di luar rumah.

“Pengawasan lebih kuat, pencegahan lebih baik dengan memantau saat mereka keluar rumah. Usahakan jangan sampai anak-anak menggunakan barang-barang mewah dan mencolok. Jika melihat benda yang mencurigakan, laporkan ke instansi terdekat,” ujarnya. . Ia juga meminta jika ditemukan hal-hal yang tidak diinginkan, masyarakat Kota Tangerang harus mengutamakan penerapan asas praduga tak bersalah dan tidak bertindak seenaknya sendiri.

“Polres Metro Tangerang menyediakan layanan pengaduan yang dapat digunakan masyarakat. Diantaranya Call Center di 110 dan WhatsApp di 0822111110110. Tangerang di 112 atau layanan LAKSA,” kata Kapolres.

Selain itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangerang mengungkapkan bahwa dalam situasi ini, DP3AP2KB terus memperkuat Kelompok Kerja Masyarakat Dewan Integrasi Perlindungan Anak ( PATBM). “Kota Tangerang memiliki sekitar 7.800 satgas PATBM yang tersebar di 104 kecamatan, masing-masing 75 satgas yang dibentuk tiga tahun lalu, diterjunkan untuk cepat tanggap jika terjadi kasus,” terangnya bersama anak-anak.

BACA JUGA  Talkshow on Air Bersama Harmony FM, Kakanwil BPN Banten: Gemapatas Merupakan Langkah Awal Berikan Kepastian

Jatmiko melanjutkan, menghimbau untuk isu penculikan anak harus fokus pada pengasuhan anak, peningkatan kewaspadaan orang tua dan peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga bersama. (Red) “Jadi masyarakat saling menjaga, memantau dan saling mengingatkan. Tidak perlu terlalu diwaspadai masalah yang beredar, tapi perlu terus ditingkatkan kewaspadaannya,” imbaunya.